Pelatih Kebugaran Ungkap Momen Saat Messi Menangis seperti Anak Kecil

Pelatih Kebugaran Ungkap Momen Saat Messi Menangis seperti Anak Kecil

Sumberbola – Argentina berhasil mencapai final Copa America untuk kedua kalinya secara berturut-turut pada 2016 lalu. Akan tetapi, La Albiceleste gagal merebut trofi, setelah kembali dikalahkan oleh Chile.

Kekalahan tersebut sekaligus berarti dalam tiga musim panas berturut-turut, Lionel Messi harus menderita patah hati di ajang internasional. Ini berawal pada tahun 2014, ketika super bintang Barcelona itu memimpin Argentina ke final Piala Dunia. Hanya saja, La Albiceleste kalah dari Jerman.

Dua tahun berikutnya, Messi kembali memimpin Argentina ke final Copa America. Tetapi pada kesempatan kedua itu, Argentina tetap tidak bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dari Chile.

Pertama di Santiago dan kemudian di Amerika Serikat, Messi dan rekannya kalah dari Chile dalam drama adu penalti. Sementara di final kedua, pemenang Ballon d’Or lima kali itu bahkan gagal mencetak gol dari titik putih dalam drama adu penalti.

Baca juga:

Kini, Elvio Paolorosso, selaku mantan pelatih kebugaran Argentina di bawah pelatih kepala Gerardo Martino, mengungkap apa yang terjadi di ruang ganti La Albiceleste, setelah kekalahan di Amerika Serikat.

Paolorosso, yang juga pernah bekerja dengan Messi di Barcelona, mengungkapkan bagaimana dia melihat Messi menangis sendirian, setelah tiga kali gagal di final turnamen internasional.

“Ruang ganti setelah Copa America sangat menyakitkan, tetapi yang terburuk kemudian terjadi,” kata Paolorosso, saat berbicara di radio Argentina.

“Pukul dua pagi, kurang lebih, saya pergi ke ruang toko dan menemukan Leo [Messi] benar-benar sendirian, menangis seperti anak kecil yang kehilangan ibunya.

“Dia putus asa dan tidak ada yang bisa menghiburnya. Saya memberinya pelukan dan kami sedikit merengek bersama.

“Saya memiliki Messi di Barcelona dan Argentina, dan semua yang saya miliki untuknya adalah kata-kata terima kasih. Dia selalu bekerja sama dengan baik, dan bahkan memperhatikan, jika lapangan itu keras atau lunak,” pungkasnya.

Tinggalkan Pesan

Masukan Komentarmu
Silahkan Masukan Namamu disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.