Putra Gary Lineker Nyaris Tewas dalam Kerusuhan Sepakbola di Afrika

Putra Gary Lineker Nyaris Tewas dalam Kerusuhan Sepakbola di Afrika

Sumberbola – Legenda Inggris, Gary Lineker, mengungkapkan bahwa putranya, Harry, nyaris kehilangan nyawanya, setelah diserang secara brutal saat terjadi kerusuhan sepak bola di Afrika.

Serangan terhadap putranya yang berusia 25 tahun itu terjadi saat dia merekam pertandingan kualifikasi Piala Dunia antara Sierra Leone dan Liberia pada Minggu (8/9) lalu.

Lineker mengungkap kisah tragis yang dialami putranya, yang biasanya memproduksi podcast ‘Terrified‘, kepada pembawa acara Match of the Day, Danny Baker. “Anda tahu Harry, yang merupakan produser kami di podcast kami, tidak ada di sini,” kata Lineker.

“Yah, dia berada di Afrika untuk syuting di Sierra Leone, dia sudah ada di sana beberapa hari untuk meliput sedikit pekerjaan seputar pertandingan FIFA antara Sierra Leone dan Liberia,” imbuhnya.

Lineker menceritakan bahwa insiden itu terjadi setelah kapten Sierra Leone, Umaru Bangura, gagal mengeksekusi penalti di injury-time, saat timnya sedang unggul 1-0.

Padahal, Sierra Leone hanya membutuhkan satu gol lagi untuk melaju ke fase grup kualifikasi Piala Dunia 2022, setelah kalah dengan skor 3-1 di kandang Liberia pada leg pertama. Akibatnya, para penonton menyerbu lapangan dan melemparkan batu.

“Yah, Harry hampir kehilangan nyawanya, itu adalah momen yang menakutkan,” kata Lineker. “Harry bersama juru kamera dan seorang fixer, dan mereka terpisah setelah penonton menyerbu lapangan.”

“Harry sendirian, dan dia berlari dan berpikir, ‘saya akan berlindung di terowongan’. Jadi, dia masuk ke terowongan, dan kemudian semua penonton masuk. Ada 50 atau 60 dari mereka, dan dia diserang.

“Mereka merobek pakaiannya, mengambil telepon dan segala sesuatu dari sakunya, dia hanya punya rokok, dan dia ketakutan, benar-benar ketakutan,” imbuhnya.

Legenda Inggris, yang mencetak 48 gol untuk The Three Lions itu menambahkan: “Dia pikir jika dia melihat pisau, dan berpikir dia akan ditikam.”

“Ada seorang penjaga bersenjata dengan perisai, dan dia melindungi orang-orang, sehingga dia (Harry) bersembunyi di balik perisai, dan dia mengatakan ada di sana cukup lama, dan syukur bahwa orang ini menyelamatkannya dan membawanya ke sebuah ruangan,” tukasnya.

Tinggalkan Pesan

Masukan Komentarmu
Silahkan Masukan Namamu disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.