Nagelsmann Ungkap Alasan Tolak Tawaran Latih Real Madrid

Nagelsmann Ungkap Alasan Tolak Tawaran Latih Real Madrid
Photo: Goal

Sumberbola – Pelatih kepala RB Leipzig, Julian Nagelsmann, belum lama ini mengungkapkan bahwa dia pernah menolak kesempatan untuk menjadi pelatih kepala Real Madrid.

Dalam wawancara dengan The Independent, juru taktik berusia 32 tahun itu mengakui bahwa dia didekati oleh direktur pelaksana Madrid, Jose Angel Sanchez pada tahun 2018, ketika klub raksasa La Liga itu sedang mencari pengganti Zinedine Zidane.

Pekerjaan itu akhirnya jatuh ke tangan Julen Lopetegui, sebelum digantikan oleh Santiago Solari. Masa tugas kedua pelatih tersebut tidak bertahan lama sebelum Zidane kembali ke Santiago Bernabeu.

Bisa jadi Nagelsmann yang bertanggung jawab di ibukota Spanyol. Namun, pelatih muda asal Jerman itu menilai jika kesempatan tersebut datang terlalu dini dalam kariernya. Dia memilih untuk tetap bersama klubnya saat itu, Hoffenheim, sebelum pindah ke RB Leipzig pada tahun lalu.

“Itu normal jika Real Madrid memanggil Anda, Anda memikirkannya,” kata Nagelsmann. “Awalnya saya terkejut, saya menimbangnya dan saya merasa tidak nyaman dengan keputusan untuk pergi ke sana.”

“Saya ingin meningkatkan pekerjaan saya. Jika Anda pergi ke Real Madrid, tidak ada waktu untuk berkembang sebagai manajer.

“Anda tidak memiliki kesempatan untuk menjadi manajer yang lebih baik, Anda sudah harus menjadi yang terbaik. Saya bukan yang terbaik sekarang, tetapi saya bisa mengakui bahwa saya ingin menjadi salah satu yang terbaik di masa depan.

“Jika Anda pergi ke Real Madrid atau Barcelona, ​​para penggemar, media dan pembuat keputusan tidak memberi Anda waktu untuk berkembang. Mereka hanya ingin melihat kemenangan setiap pertandingan, gelar, trofi Liga Champions. Jika Anda tidak menang, Anda tidak bisa mengatakan, ‘tapi saya masih muda, saya masih bisa berkembang’.

“Tidak semudah itu dalam sepakbola untuk merencanakan karier, karena itu sangat tidak terduga, tetapi Anda harus mencoba. Yang utama adalah membuat langkah yang benar, bukan langkah terbesar.

“Real Madrid mungkin adalah salah satu langkah tertinggi yang bisa Anda ambil, jadi saya berpikir, ‘Anda baru berusia 31 tahun, jika pergi ke Real, ke mana lagi Anda harus pergi dari sana?'” Tukasnya.

Tinggalkan Pesan

Masukan Komentarmu
Silahkan Masukan Namamu disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.