Berita MotoGP: Bos Yamaha Nilai KTM Terlalu Buru-Buru Miliki Tim Satelit

Berita MotoGP: Bos Yamaha Nilai KTM Terlalu Buru-Buru Miliki Tim Satelit

Sumberbola – Managing Director Yamaha MotoGP, Lin Jarvis, menilai tim KTM Red Bull terlalu terburu-buru untuk memiliki sebuah tim satelit. Menurutnya KTM masih terlalu muda di kejuaraan MotoGP, setidaknya mereka menghabiskan beberapa musim lagi untuk mendapatkan data yang lebih banyak sebelum memiliki sebuah tim satelit.

“KTM di MotoGP pada tahap pengembangan masih merupakan embrio. Jadi saya berpikir mereka adalah tim pabrikan yang terlalu terburu-buru untuk memiliki tim satelit,” kata Jarvis seperti dilansir dari GPOne, Kamis (12/7).

Meskipun mengkritik keputusan KTM, namun Jarvis menyadari bahwa tren tim satelit di kejuaraan MotoGP telah berubah dalam beberapa tahun terakhir. Kini tim pabrikan besar seperti Honda dan Ducati memiliki tim satelit yang memiliki spesifikasi motor sama seperti motor tim pabrikan.

Baca Juga:

Honda saat ini memiliki Cal Crutchlow di tim LCR Honda yang mengendarai motor yang sama dengan spesifikasi motor milik Marc Marquez dan Dani Pedrosa. Sedangkan di tim Ducati, mereka memiliki Danillo Petrucci di tim Pramac yang mengendarai motor yang identik dengan motor Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo.

“Arah pengembangan telah berubah akhir-akhir ini, ada pembangun dengan dua pengendara resmi dan motor pabrik di pihak ketiga. Petrucci dengan Ducati-Pramac adalah contoh yang baik, itu karena kita berbicara tentang pabrik dengan pengemudi di bawah kontrak. KTM juga akan menyediakan Tech 3 dengan motor yang sama dengan tim resmi,” ujarnya.

“Di lain sisi saya sedikit bisa mengerti karena KTM semakin berkembang, dan mereka tidak dapat menyediakan motor sendiri dengan spesifikasi tahun sebelumnya, karena evolusi mereka jauh lebih cepat. Untuk alasan ini, masuk akal, dari sudut pandang mereka, untuk menyediakan empat motor dengan spesifikasi yang sama. Ini akan membantu mereka mempercepat pengembangan. Ini adalah cara terbaik untuk mengumpulkan data dan indikasi,” pungkasnya.

Tinggalkan Pesan

Masukan Komentarmu
Silahkan Masukan Namamu disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.